Feb 28

Sepertinya tidak bisa disebut honeymoon. Honeyday saja tidak layak sebagai sebutannya.
BERASTAGI, 3-4 JANUARI 2008
Mencuri waktu di antara kunjungan keluarga, itulah yang kami lakukan untuk mendapatkan sedikit waktu berdua. Hari itu, Kamis 3 Januari 2008. Sepulang dari Danau Toba, kami memutuskan untuk tidak bermalam di rumah tapi mencari hotel. Maklumlah, kami tidak punya waktu untuk honeymoon sama sekali. Malam itu, Bang Lindung, Kak Erika dan pasukannya mengantarkan kami ke Brastagi. Suasana Tahun Baru terasa sekali di Brastagi. Buktinya, setiap kali menanyakan tarif kamar, mereka menyodorkan tarif peak season (baca: mahal).
Awalnya kami berencana ke Hotel Mickey House, tapi ketika mendengar tarifnya via telepon, kami menyerah. Pengunjung hotel yang satu ini memang luar biasa banyak karena fasilitas mereka yang unik. Hotel ini menyediakan sejenis taman bermain selayaknya Dufan mini. Ketika dikonfirmasi tentang kamar kosong, mereka menginformasikan bahwa hanya ada dua kamar kelas satu yang kosong. Ck, ck, ck.
Hotel pertama yang kami kunjungi adalah Hotel Sibayak yang posisinya berdekatan dengan Pasar Buah dan Gundaling, Brastagi. Tarif yang ditawarkan saat itu Rp 400 ribuan per hari, itu pun sudah termasuk diskon karena check-in malam hari. Hm… coba cari yang lain saja ah, masih kemahalan.
Hotel kedua yang kami datangi adalah Wisma Sibayak yang berlokasi tepat di depan Tugu Kol, Brastagi. Sebenarnya penginapan ini hanya wisma, bukan hotel. Namanya sama, tapi keadaan dan harga tentu berbeda. Wisma Sibayak menawarkan Rp 200 ribuan per malam. Melihat bentuk dan fasilitas penginapan, kami merasa perlu perbandingan lain. Baca lanjutannya »
Feb 18
Postingan ini adalah bagian yang terlupa padahal termasuk terpenting, penting banget malah. Kami pun baru merasakannya setelah mengikutinya.
Biasanya konsultan pernikahan menyediakan jasa ini. Kami sendiri memperoleh pembinaan pra nikah dari gereja (GKI Bintaro). Kebetulan sekali pihak gereja menyediakannya untuk pasangan-pasangan yang ingin menikah dalam waktu dekat. Pembinaan ini diadakan dalam 7 kali tatap muka. Pertemuan awal dibawa oleh Pendeta dengan bahan seputar “Pandangan Alkitabiah tentang pernikahan”, “Konflik-konflik umum pernikahan dan solusinya” dst. Baca lanjutannya »
Feb 08
GKI BINTARO UTAMA
26 Januari 2008, 11.00 WIB
Setelah sebulan berselang dari pernikahan, kami didukung oleh Jemaat Gereja (GKI) Bintaro Utama mengadakan sebuah kebaktian syukur pagi itu. Acara ini dibuat sekaligus untuk mengundang teman-teman yang belum sempat datang di acara pernikahan 29 Desember lalu.
Semakin hari kami semakin mengerti betapa kami sangat dikasihi oleh saudara, teman dan kerabat yang berada di sekeliling kami. Kebaktian Syukur juga terlaksana berkat Kasih yang besar dari Majelis dan Jemaat, padahal kami hanya partisipan di Gereja ini. Para ibu-ibu memasak secara gotong-royong untuk acara ini dan hasilnya… waaalllllaaaa… delicious nan lezato. Tak ada kata yang pas untuk mengungkapkan isi hatiku saat itu, hanya dua kata yang berhasil terucap “Terima kasih”.
Kami juga sangat berterima kasih untuk teman-teman yang sudah datang, buat
1. Pak Luther yang telah membawa kebaktiannya
2. Bapak-Ibu Majelis yang sangat pengertian, terima kasih buat segala dukungan dan doa
3. Ibu-Ibu GKI Bintaro Utama (BINTAMA) buat masakan yang enak dan syukurlah cukup buat tamu-tamu yang banyak itu
4. Natty yang sudah jadi Master of Ceremony. Senang mendengar puisimu “Hari ini tidak akan sama lagi dengan yang sebelumnya”
5. Semua teman dan Gindo-tamu-terjauh kami.
Dan singkatnya, here are the photos:


More Photos
Recent Comments