
Sepertinya tidak bisa disebut honeymoon. Honeyday saja tidak layak sebagai sebutannya.
BERASTAGI, 3-4 JANUARI 2008
Mencuri waktu di antara kunjungan keluarga, itulah yang kami lakukan untuk mendapatkan sedikit waktu berdua. Hari itu, Kamis 3 Januari 2008. Sepulang dari Danau Toba, kami memutuskan untuk tidak bermalam di rumah tapi mencari hotel. Maklumlah, kami tidak punya waktu untuk honeymoon sama sekali. Malam itu, Bang Lindung, Kak Erika dan pasukannya mengantarkan kami ke Brastagi. Suasana Tahun Baru terasa sekali di Brastagi. Buktinya, setiap kali menanyakan tarif kamar, mereka menyodorkan tarif peak season (baca: mahal).
Awalnya kami berencana ke Hotel Mickey House, tapi ketika mendengar tarifnya via telepon, kami menyerah. Pengunjung hotel yang satu ini memang luar biasa banyak karena fasilitas mereka yang unik. Hotel ini menyediakan sejenis taman bermain selayaknya Dufan mini. Ketika dikonfirmasi tentang kamar kosong, mereka menginformasikan bahwa hanya ada dua kamar kelas satu yang kosong. Ck, ck, ck.
Hotel pertama yang kami kunjungi adalah Hotel Sibayak yang posisinya berdekatan dengan Pasar Buah dan Gundaling, Brastagi. Tarif yang ditawarkan saat itu Rp 400 ribuan per hari, itu pun sudah termasuk diskon karena check-in malam hari. Hm… coba cari yang lain saja ah, masih kemahalan.
Hotel kedua yang kami datangi adalah Wisma Sibayak yang berlokasi tepat di depan Tugu Kol, Brastagi. Sebenarnya penginapan ini hanya wisma, bukan hotel. Namanya sama, tapi keadaan dan harga tentu berbeda. Wisma Sibayak menawarkan Rp 200 ribuan per malam. Melihat bentuk dan fasilitas penginapan, kami merasa perlu perbandingan lain.
Kami pun meluncur ke Peceren, sebuah kota kecil di Brastagi yang tenar dengan wajik dan makanannya yang lezat. Di sana ada beberapa hotel, salah satunya Hotel Rudang (sekarang Hotel Green Garden). Hotel ini baru dipugar, mungkin diperuntukkan buat Tahun Baru, sekalian promo hotel baru. Dari namanya saja kita sudah tahu kalau hotel ini benar-benar bernuansa hijau. Mereka pun memberikan brosur dan menunjukkan kamar. Lumayanlah untuk harga yang sama dengan Hotel Sibayak tadi (Rp 400.000an setelah diskon promo). Tapi karena lokasi kurang strategis dan aspek lainnya, kami kembali ke hotel pertama.
Harga hotel di Brastagi cenderung mahal karena Brastagi adalah salah satu tujuan wisata di Sumatera Utara, apalagi Tahun Baru begini. Dengan kenekatan tanpa pemikiran budget, kami kembali ke Hotel Sibayak, hotel yang pertama kami kunjungi tadi. Pertimbangannya adalah: 1. Lokasinya Nyaman, pemandangan Brastagi terlihat jelas; 2. Dekat dengan Gundaling; 3. Dekat dengan Pasar Buah Brastagi; dan 4. Angkutan mudah.
Setibanya di kamar, jam sudah menunjukkan pukul 09.00 malam, pantas terasa lelah banget. Yang ada, kita malah tidur nyenyak setelah mandi.
Kami terbangun ketika alarm hp berbunyi. Waaaa… apa-apaan sih, pagi-pagi pasang alarm. Dengan malasnya kubuka tas, merogoh hp dan ahha, ini dia hp-nya. Terbaca di layar tulisan kecil berbunyi: “First day I meet my honey”. Sejenak aku terdiam memandangi layar, maksudnya apa? Oh ya ampun, ini kan memang peringatan hari pertama kami bertemu. Aku tersenyum.


Sarapan pagi di Hotel Sibayak sungguh menyenangkan. Makanannya enak. Seringkali kalau makanan hotel rasanya biasa-biasa saja, tapi ini beda, nasi gorengnya berasa lezat di lidah. Apalagi ada tambahan-tambahan lain seperti telur dadar dan jus.
Perjalanan kami dimulai setelah sarapan.
Daripada bosan, lebih baik mencoba bertualang ke Gundaling, sebuah bukit kecil. Dari puncaknya, kita bisa melihat Brastagi, bahkan Kabanjahe. Gunung-gunung di sekitar kota ini kelihatan biru senada langit, kontras dengan putih awan dan hijau tumbuh-tumbuhan.
Si Abang belum pernah sama sekali ke sana, padahal Gundaling adalah tempatku pacaran dulu,
). Aku tidak percaya dengan istilah “kalau pacaran di Gundaling pasti putus”, tapi padaku benar adanya. Jangan percaya “superstisious thing” begitu ah. (Gundaling = Good Bye Darling, entah siapa yang mengarangnya).

Kami nekat berjalan kaki menuju Gundaling. Jalannya terjal dan berbatu. Sendal yang kami kenakan tidak compatible dengan perjalanan ini, tapi temanya kan “nekat”. Auh… sungguh sebuah pengalaman yang asik.




Sebelum turun dari Gundaling, kami shopping, menawar barang-barang yang dijual di sudut-sudut jalan. Tips berbelanja adalah: pakailah bahasa Karo bagi yang fasih, maka harga langsung anjlok. Bagi yang tidak fasih, lebih baik tidak usah sok fasih, tar berabe.
Pulang ke Hotel
Kami sudah perkirakan sebelumnya kalau perjalanan ini harus pas dengan jam check out. Setelah mengemasi ransel, kami pun berjalan kaki lagi menuju pasar buah. Si Abang heboh mau naik angkot karena lelah naik-turun Gundaling. Tapi karena udara sejuk yang sangat mendukung, dia pun menyerah ikut berjalan saja.
Keluar dari Hotel Sibayak, kami makan di rumah makan persis di depan hotel, kami pesan IndoMie dan Ikan Bakar, yah walaupun cuma di situ ada IndoMie yang harganya Rp 10.000,- tapi tetap kami jabanin juga hehehe… ternyata makanannya tidak mengecewakan, enak bok…



Di Pasar Buah, dagangan lebih heboh lagi. Pertama, kami sangat tertarik untuk membeli anak anjing dan kelinci di situ. Tapi, masa kami membawanya naik pesawat ke Jakarta? Kedua, kami kembali membeli oleh-oleh di toko aksesoris Pasar Buah. Kami membeli kaos-kaos dan tas. Ransel rasanya semakin berat saja. Tips belanja tetap sama: berbahasa karo-lah.

Perjalanan kami ditutup dengan… kunjungan warnet. Nggak nyambung banget, tapi tetap asik. Maklumlah kita berdua sangat suka internet.
March 5th, 2008 at 9:46 am
huhuhuhu…. soooow romanticcccs…..
tapi btw bmw, kok fotonya ga ada yang basah2 rambuuut??^_^
March 5th, 2008 at 10:06 am
basah rambut buat apa ya? :p
March 5th, 2008 at 10:20 am
Itu lo bang, berenang di kolam Sibayak maksudnya…
March 5th, 2008 at 1:53 pm
hehe
March 21st, 2008 at 8:49 pm
yang keujanan kaleee, maksudkuuuw…
kan lagi musim penghujan…
^_^
April 4th, 2008 at 12:17 pm
Skrg udh punya dede blom?
April 7th, 2008 at 3:18 pm
belum… kan mau beasiswa ke jepang, jadi gak bisa hamil dulu 3 tahun ke depan…
April 7th, 2008 at 3:33 pm
@withri:
hehe ada2 aja
June 18th, 2008 at 10:17 am
Ih…. Jadi pengen….
July 29th, 2008 at 4:36 am
Syalom. Semoga Langgeng dalam KasihNya. GBU