Terinspirasi kebiasaan suamiku menonton kukis (kumpulan kisah-kisah manis) di salah satu televisi swasta di tanah air, aku ingin mengungkapkan sejauh apa aku mengenal dia.
KUKIS OH KUKIS
Suamiku pernah bilang kalau cowok perlu belajar romantis dari film-film dan kukis. Nah lo… Tapi katanya kukis bisa membantu para lelaki memahami wanita dan belajar banyak dari kisah itu. Terdengar klise bukan? Tapi itu suatu kebenaran untuk suamiku.
Bagi dia, kegiatan malam yang tidak bisa dilewatkan adalah nonton kukis. Kalau lagi chat dia hanya menjawab singkat-singkat seperti: hahaha, o gitu, iya, udah, oh dst., maka bisa dipastikan dia sedang menonton tayangan itu dengan serius. Tunggulah kira-kira berapa menit kemudian, saat-saat iklan, dia kembali menjawab chatnya dengan panjang. Padahal aku sendiri, sebagai seorang perempuan yang biasanya suka sinetron, kurang bisa mengikutinya karena jam tayangnya yang panjang.
Itu pengetahuan baru bagiku yang harus kupahami juga. Dulu aku tinggal tidur dia selagi menonton, karena aku mudah tidur. Suamiku memang unik. Satu lagi yang harus kuketahui, ketika statusnya “idle” di jam-jam tengah malam. Itu artinya dia sedang serius menonton atau malah tertidur di depan TV, lupa mematikannya kadang bahkan sampai pagi.
Recent Comments