<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Newlywed.in &#187; Photos</title>
	<atom:link href="http://newlywed.in/category/photos/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://newlywed.in</link>
	<description>Our wedding journey...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Mar 2009 14:12:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Honeymoon?</title>
		<link>http://newlywed.in/2008/02/28/honeymoon/</link>
		<comments>http://newlywed.in/2008/02/28/honeymoon/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2008 10:18:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irene</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Photos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newlywed.in/2008/02/28/honeymoon/</guid>
		<description><![CDATA[Sepertinya tidak bisa disebut honeymoon. Honeyday saja tidak layak sebagai sebutannya. BERASTAGI, 3-4 JANUARI 2008 Mencuri waktu di antara kunjungan keluarga, itulah yang kami lakukan untuk mendapatkan sedikit waktu berdua. Hari itu, Kamis 3 Januari 2008. Sepulang dari Danau Toba, kami memutuskan untuk tidak bermalam di rumah tapi mencari hotel. Maklumlah, kami tidak punya waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/bukit-gundaling-travelling.jpg' alt='Bukit Gundaling Travelling' /></p>
<p>Sepertinya tidak bisa disebut honeymoon. Honeyday saja tidak layak sebagai sebutannya.</p>
<p>BERASTAGI, 3-4 JANUARI 2008</p>
<p>Mencuri waktu di antara kunjungan keluarga, itulah yang kami lakukan untuk mendapatkan sedikit waktu berdua. Hari itu, Kamis 3 Januari 2008. Sepulang dari Danau Toba, kami memutuskan untuk tidak bermalam di rumah tapi mencari hotel. Maklumlah, kami tidak punya waktu untuk honeymoon sama sekali. Malam itu, Bang Lindung, Kak Erika dan pasukannya mengantarkan kami ke Brastagi. Suasana Tahun Baru terasa sekali di Brastagi. Buktinya, setiap kali menanyakan tarif kamar, mereka menyodorkan tarif peak season (baca: mahal).</p>
<p>Awalnya kami berencana ke Hotel Mickey House, tapi ketika mendengar tarifnya via telepon, kami menyerah. Pengunjung hotel yang satu ini memang luar biasa banyak karena fasilitas mereka yang unik. Hotel ini menyediakan sejenis taman bermain selayaknya Dufan mini. Ketika dikonfirmasi tentang kamar kosong, mereka menginformasikan bahwa hanya ada dua kamar kelas satu yang kosong. Ck, ck, ck.</p>
<p>Hotel pertama yang kami kunjungi adalah Hotel Sibayak yang posisinya berdekatan dengan Pasar Buah dan Gundaling, Brastagi. Tarif yang ditawarkan saat itu Rp 400 ribuan per hari, itu pun sudah termasuk diskon karena check-in malam hari. Hm&#8230; coba cari yang lain saja ah, masih kemahalan.</p>
<p>Hotel kedua yang kami datangi adalah Wisma Sibayak yang berlokasi tepat di depan Tugu Kol, Brastagi. Sebenarnya penginapan ini hanya wisma, bukan hotel. Namanya sama, tapi keadaan dan harga tentu berbeda. Wisma Sibayak menawarkan Rp 200 ribuan per malam. Melihat bentuk dan fasilitas penginapan, kami merasa perlu perbandingan lain.<span id="more-70"></span></p>
<p>Kami pun meluncur ke Peceren, sebuah kota kecil di Brastagi yang tenar dengan wajik dan makanannya yang lezat. Di sana ada beberapa hotel, salah satunya Hotel Rudang (sekarang Hotel Green Garden). Hotel ini baru dipugar, mungkin diperuntukkan buat Tahun Baru, sekalian promo hotel baru. Dari namanya saja kita sudah tahu kalau hotel ini benar-benar bernuansa hijau. Mereka pun memberikan brosur dan menunjukkan kamar. Lumayanlah untuk harga yang sama dengan Hotel Sibayak tadi (Rp 400.000an setelah diskon promo). Tapi karena lokasi kurang strategis dan aspek lainnya, kami kembali ke hotel pertama.</p>
<p>Harga hotel di Brastagi cenderung mahal karena Brastagi adalah salah satu tujuan wisata di Sumatera Utara, apalagi Tahun Baru begini. Dengan kenekatan tanpa pemikiran budget, kami kembali ke Hotel Sibayak, hotel yang pertama kami kunjungi tadi. Pertimbangannya adalah: 1. Lokasinya Nyaman, pemandangan Brastagi terlihat jelas; 2. Dekat dengan Gundaling; 3. Dekat dengan Pasar Buah Brastagi; dan 4. Angkutan mudah.</p>
<p>Setibanya di kamar, jam sudah menunjukkan pukul 09.00 malam, pantas terasa lelah banget. Yang ada, kita malah tidur nyenyak setelah mandi.</p>
<p>Kami terbangun ketika alarm hp berbunyi. Waaaa&#8230; apa-apaan sih, pagi-pagi pasang alarm. Dengan malasnya kubuka tas, merogoh hp dan ahha, ini dia hp-nya. Terbaca di layar tulisan kecil berbunyi: &#8220;First day I meet my honey&#8221;. Sejenak aku terdiam memandangi layar, maksudnya apa? Oh ya ampun, ini kan memang peringatan hari pertama kami bertemu. Aku tersenyum.</p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/sarapan-di-hotel1.jpg' alt='Sarapan di Hotel Sibayak' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/sarapan-di-hotel2.jpg' alt='Sarapan di Hotel Sibayak' /></p>
<p>Sarapan pagi di Hotel Sibayak sungguh menyenangkan. Makanannya enak. Seringkali kalau makanan hotel rasanya biasa-biasa saja, tapi ini beda, nasi gorengnya berasa lezat di lidah. Apalagi ada tambahan-tambahan lain seperti telur dadar dan jus.</p>
<p>Perjalanan kami dimulai setelah sarapan.</p>
<p>Daripada bosan, lebih baik mencoba bertualang ke Gundaling, sebuah bukit kecil. Dari puncaknya, kita bisa melihat Brastagi, bahkan Kabanjahe. Gunung-gunung di sekitar kota ini kelihatan biru senada langit, kontras dengan putih awan dan hijau tumbuh-tumbuhan.</p>
<p>Si Abang belum pernah sama sekali ke sana, padahal Gundaling adalah tempatku pacaran dulu, <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ). Aku tidak percaya dengan istilah &#8220;kalau pacaran di Gundaling pasti putus&#8221;, tapi padaku benar adanya. Jangan percaya &#8220;superstisious thing&#8221; begitu ah. (Gundaling = Good Bye Darling, entah siapa yang mengarangnya).</p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/jalan-ke-bukit-gundaling.jpg' alt='Jalan terjal ke Bukit Gundaling' /></p>
<p>Kami nekat berjalan kaki menuju Gundaling. Jalannya terjal dan berbatu. Sendal yang kami kenakan tidak compatible dengan perjalanan ini, tapi temanya kan &#8220;nekat&#8221;. Auh&#8230; sungguh sebuah pengalaman yang asik.</p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/bukit-gundaling1.jpg' alt='Bukit Gundaling Travelling' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/bukit-gundaling2.jpg' alt='Bukit Gundaling Travelling' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/bukit-gundaling3.jpg' alt='Bukit Gundaling Travelling' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/bukit-gundaling4.jpg' alt='Bukit Gundaling Travelling' /></p>
<p>Sebelum turun dari Gundaling, kami shopping, menawar barang-barang yang dijual di sudut-sudut jalan. Tips berbelanja adalah: pakailah bahasa Karo bagi yang fasih, maka harga langsung anjlok. Bagi yang tidak fasih, lebih baik tidak usah sok fasih, tar berabe. <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pulang ke Hotel</p>
<p>Kami sudah perkirakan sebelumnya kalau perjalanan ini harus pas dengan jam check out. Setelah mengemasi ransel, kami pun berjalan kaki lagi menuju pasar buah. Si Abang heboh mau naik angkot karena lelah naik-turun Gundaling. Tapi karena udara sejuk yang sangat mendukung, dia pun menyerah ikut berjalan saja.</p>
<p>Keluar dari Hotel Sibayak, kami makan di rumah makan persis di depan hotel, kami pesan IndoMie dan Ikan Bakar, yah walaupun cuma di situ ada IndoMie yang harganya Rp 10.000,- tapi tetap kami jabanin juga hehehe&#8230; ternyata makanannya tidak mengecewakan, enak bok&#8230; <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/bukit-gundaling5.jpg' alt='Bukit Gundaling Travelling' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/bukit-gundaling6.jpg' alt='Bukit Gundaling Travelling' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/bukit-gundaling7.jpg' alt='Bukit Gundaling Travelling' /></p>
<p>Di Pasar Buah, dagangan lebih heboh lagi. Pertama, kami sangat tertarik untuk membeli anak anjing dan kelinci di situ. Tapi, masa kami membawanya naik pesawat ke Jakarta? Kedua, kami kembali membeli oleh-oleh di toko aksesoris Pasar Buah. Kami membeli kaos-kaos dan tas. Ransel rasanya semakin berat saja. Tips belanja tetap sama: berbahasa karo-lah.</p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/pasar-buah-brastagi.jpg' alt='Pasar Buah Brastagi' /></p>
<p>Perjalanan kami ditutup dengan&#8230; kunjungan warnet. Nggak nyambung banget, tapi tetap asik. Maklumlah kita berdua sangat suka internet.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newlywed.in/2008/02/28/honeymoon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebaktian Syukur Pernikahan</title>
		<link>http://newlywed.in/2008/02/08/kebaktian-syukur-pernikahan/</link>
		<comments>http://newlywed.in/2008/02/08/kebaktian-syukur-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 03:33:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irene</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Photos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newlywed.in/2008/02/08/kebaktian-syukur-pernikahan/</guid>
		<description><![CDATA[GKI BINTARO UTAMA 26 Januari 2008, 11.00 WIB Setelah sebulan berselang dari pernikahan, kami didukung oleh Jemaat Gereja (GKI) Bintaro Utama mengadakan sebuah kebaktian syukur pagi itu. Acara ini dibuat sekaligus untuk mengundang teman-teman yang belum sempat datang di acara pernikahan 29 Desember lalu. Semakin hari kami semakin mengerti betapa kami sangat dikasihi oleh saudara, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>GKI BINTARO UTAMA<br />
26 Januari 2008, 11.00 WIB</p>
<p>Setelah sebulan berselang dari pernikahan, kami didukung oleh Jemaat Gereja (GKI) Bintaro Utama mengadakan sebuah kebaktian syukur pagi itu. Acara ini dibuat sekaligus untuk mengundang teman-teman yang belum sempat datang di acara pernikahan 29 Desember lalu.</p>
<p>Semakin hari kami semakin mengerti betapa kami sangat dikasihi oleh saudara, teman dan kerabat yang berada di sekeliling kami. Kebaktian Syukur juga terlaksana berkat Kasih yang besar dari Majelis dan Jemaat, padahal kami hanya partisipan di Gereja ini. Para ibu-ibu memasak secara gotong-royong untuk acara ini dan hasilnya&#8230; waaalllllaaaa&#8230; delicious nan lezato. Tak ada kata yang pas untuk mengungkapkan isi hatiku saat itu, hanya dua kata yang berhasil terucap &#8220;Terima kasih&#8221;.</p>
<p>Kami juga sangat berterima kasih untuk teman-teman yang sudah datang, buat<br />
1. Pak Luther yang telah membawa kebaktiannya<br />
2. Bapak-Ibu Majelis yang sangat pengertian, terima kasih buat segala dukungan dan doa<br />
3. Ibu-Ibu GKI Bintaro Utama (BINTAMA) buat masakan yang enak dan syukurlah cukup buat tamu-tamu yang banyak itu<br />
4. Natty yang sudah jadi Master of Ceremony. Senang mendengar puisimu &#8220;Hari ini tidak akan sama lagi dengan yang sebelumnya&#8221;<br />
5. Semua teman dan Gindo-tamu-terjauh kami.</p>
<p>Dan singkatnya, here are the photos:</p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008014.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008016.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /><br />
<span id="more-52"></span></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008017.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008018.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008019.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008020.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008024.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008025.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008026.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008028.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008029.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008033.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008036.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008038.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008040.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008041.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newlywed.in/2008/02/08/kebaktian-syukur-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Our Wedding Album, December 29th, 2007</title>
		<link>http://newlywed.in/2008/01/23/our-wedding-album-december-29th-2007/</link>
		<comments>http://newlywed.in/2008/01/23/our-wedding-album-december-29th-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 06:34:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daniel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Photos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newlywed.in/2008/01/23/our-wedding-album-december-29th-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah hampir satu bulan sejak pernikahan kami di Kabanjahe, 29 Desember 2007 yang lalu, akhirnya kami melepas album dijital ke situs ini, koleksi foto ini tidak ofisial, alias tidak berasal dari fotografer khusus pernikahan yang kami sewa pada hari H, tetapi dikumpulkan dan di-edit dari hasil jepretan kamera dijital milik saudara dan teman. Urutan foto [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah hampir satu bulan sejak pernikahan kami di Kabanjahe, 29 Desember 2007 yang lalu, akhirnya kami melepas album dijital ke situs ini, koleksi foto ini tidak ofisial, alias tidak berasal dari fotografer khusus pernikahan yang kami sewa pada hari H, tetapi dikumpulkan dan di-<em>edit</em> dari hasil jepretan kamera dijital milik saudara dan teman.</p>
<p>Urutan foto dibuat berdasarkan kronologis waktu yang dimulai dari acara Persikapen sampai acara adat di jambur.</p>
<p>Silahkan menikmati dan jangan lupa komentarnya&#8230; <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/01-p1010009.jpg" alt="Persikapen, Kabanjahe, 28 Des 2007" /><br />
28 Desember 2007 sore, satu hari sebelum hari H<br />
Acara Persikapen di Kabanjahe<span id="more-11"></span></p>
<p><img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/02-p1010047.jpg" alt="Masuk ke Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Ketaren, 29 Des 2007" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/03-p1010049.jpg" alt="Masuk ke Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Ketaren, 29 Des 2007" /><br />
29 Desember 2007, pagi pukul 07.30 WIB<br />
Memasuki GBKP Ketaren, Kabanjahe, untuk acara pemberkatan pernikahan</p>
<p><img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/04-p1010060.jpg" alt="Foto-foto di GBKP Ketaren bersama Pendeta dan hanya berduaan" /><br />
Foto bersama Pendeta</p>
<p><img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/05-p1010064.jpg" alt="Foto-foto di GBKP Ketaren bersama Pendeta dan hanya berduaan" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/06-p1010067.jpg" alt="Foto-foto di GBKP Ketaren bersama Pendeta dan hanya berduaan" /><br />
Foto berduaan saja</p>
<p><img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/07-p1010076.jpg" alt="Foto bersama orangtua" /><br />
Foto bersama orangtua, kiri: orangtua suami, kanan: orangtua istri</p>
<p><img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/08-p1010082.jpg" alt="Foto bersama teman-teman pengantin" /><br />
Foto bersama teman-teman pengantin<br />
Dari kiri ke kanan: Withri, Farida, Rahel, Marison, Daniel, Irene, Sahala, Brando, Esra, Jhonson, Bernand</p>
<p><img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/09-dscn0871.jpg" alt="Keluar gereja menuju jambur" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/10-p1010103.jpg" alt="Keluar gereja menuju jambur" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/11-p1010104.jpg" alt="Keluar gereja menuju jambur" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/12-dscn0873.jpg" alt="Keluar gereja menuju jambur" /><br />
29 Desember 2007, pukul 11.00 WIB<br />
Ke luar Gereja menuju Jambur Lige</p>
<p><img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/13-dscn0892.jpg" alt="Foto-foto acara adat di Jambur Lige, Kabanjahe" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/bukper.jpg" alt="Teman-teman Bukti Permulaan" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/14-dscn0875.jpg" alt="Foto-foto acara adat di Jambur Lige, Kabanjahe" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/15-p1010113.jpg" alt="Foto-foto acara adat di Jambur Lige, Kabanjahe" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/16-p1010150.jpg" alt="Foto-foto acara adat di Jambur Lige, Kabanjahe" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/17-p1010208.jpg" alt="Foto-foto acara adat di Jambur Lige, Kabanjahe" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/18-p1010221.jpg" alt="Foto-foto acara adat di Jambur Lige, Kabanjahe" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/19-p1010226.jpg" alt="Foto-foto acara adat di Jambur Lige, Kabanjahe" /><br />
29 Desember 2007, 11.15 &#8211; 17.30 WIB<br />
Foto-foto acara adat di Jambur Lige, Kabanjahe</p>
<p><img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/20-p1010283.jpg" alt="Papan bunga ucapan selamat" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/21-p1010284.jpg" alt="Papan bunga ucapan selamat" /><br />
Papan bunga ucapan selamat</p>
<div id="attachment_87" class="wp-caption alignleft" style="width: 458px"><img class="size-full wp-image-87" title="Teman Teman SMA" src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/10/irenes-wedingedit.jpg" alt="" width="448" height="298" /><p class="wp-caption-text">Teman Teman SMA</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newlywed.in/2008/01/23/our-wedding-album-december-29th-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PreWedding Photos</title>
		<link>http://newlywed.in/2007/11/17/prewedding-photos/</link>
		<comments>http://newlywed.in/2007/11/17/prewedding-photos/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 04:29:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irene</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Photos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newlywed.in/2007/11/17/prewedding-photos/</guid>
		<description><![CDATA[Lokasi pemotretan: CIFOR, BOGOR Tanggal: 17 November 2007 Urutan waktu: 04.00 Berangkat dari Bintaro (perjuangan keras, mana si abang berangkat dari SERPONG jam 3.00 pagi) 06.30 Tiba di Bogor (hotel) 08.15 Sampai di CIFOR 10.00 Selesai foto-foto 11.00 Siap kembali ke Serpong 13.00 Tiba di Serpong Thanks To: Mas Inoe (Ismurtyanto) &#8211; Fotografer Thanks To: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lokasi pemotretan: CIFOR, BOGOR<br />
Tanggal: 17 November 2007<br />
Urutan waktu:<br />
04.00 Berangkat dari Bintaro (perjuangan keras, mana si abang berangkat dari SERPONG jam 3.00 pagi)<br />
06.30 Tiba di Bogor (hotel)<br />
08.15 Sampai di CIFOR<br />
10.00 Selesai foto-foto<br />
11.00 Siap kembali ke Serpong<br />
13.00 Tiba di Serpong</p>
<p>Thanks To: <a href="http://inoeinoe.multiply.com/">Mas Inoe (Ismurtyanto)</a> &#8211; Fotografer<br />
Thanks To: <a href="http://raiyani.multiply.com/">Mbak Yani (Raiyani)</a> &#8211; Fotografer</p>
<p>Sebenarnya, foto prewed ini tidak direncanakan sebelumnya. Berawal dari pertanyaan kecil di email yang kutujukan kepada mas Inoe &#8220;Mas, apaan sih gunanya foto prewed itu?&#8221;, karena setahuku foto prewed itu menyita waktu dan uang saja, he.</p>
<p>Mas Inoe membalas pertanyaan itu dengan antusiasme tinggi:</p>
<blockquote><p>Begini ceritanya&#8230;</p>
<p>Dulu foto pre-wedding biasa disiapkan untuk pembuatan kartu undangan, supaya orang yang diundang kenal wajah kedua calon mempelai (Ooh, itu toh tujuannya). Dalam perkembangannya, karena biasanya foto untuk undangan &#8216;kan nggak cuma sekali, nah foto-foto bagus yang tidak terpakai untuk undangan lalu diperbesar dan dibingkai untuk hiasan di kamar pengantin. Kemudian berkembang lagi, foto-foto yang besar diperbanyak untuk dipasang di gedung resepsi pernikahan, supaya tamu undangan yang datang nggak salah masuk lokasi resepsi. Foto-foto yang lain disimpan di album kenangan untuk diurutkan dengan momen pernikahan. (Ngerti deh sekarang)</p>
<p>Sekarang kan banyak orang punya situs pribadi, nah pre-wedding dan wedding fotografi selalu jadi materi yang menarik untuk ditampilkan di situ (Ini dia bagian yang membuatku sangat tertarik). Paling tidak untuk undangan yang nggak bisa dateng karena tinggal jauh (kan pernikahanku jauh banget dari kediaman sekarang). Mungkin dari situ bisa kelihatan bedanya sebelum nikah dengan sesudah nikah ya, hihihi&#8230;</p>
<p>Dari situlah muncul kebutuhan akan foto pranikah, atau pre-wedding. Foto pre-wedding kan dibuat secara santai dan lebih bebas. Momen yang diambil juga nggak se-sakral upacara pernikahan yang susah diulang. Foto pre-wed bisa dikreasi lebih lanjut sesuai kompromi bersama&#8230;</p>
<p>Kayaknya jaman sekarang pre-wed udah jadi kebutuhan.</p>
<p>Saranku, untuk foto pre-wedding, lebih baik dengan fotografer yang sudah kenal karena biasanya pemotretan dalam suasana yang akrab dan santai memudahkan kedua pihak untuk bekerja sama, terutama masalah calon mempelai pria. Aku beberapa kali ikut temenku motret pre-wed di Palembang, selalu cowoknya yang jadi masalah mati gaya hehehe&#8230; Itu bahaya lho, kasian ceweknya udah luwes, eh si cowoknya kaku banget. Nah, kalau yang motret sudah kenal &#8216;kan enjoy. Pilihan tema dan gaya juga bisa diomongin bareng, gimana?</p></blockquote>
<p>Duh, gimana nggak tertarik, meskipun undangan sudah dicetak tapi tetap saja, aku pengen banget. Nggak perlu untuk undangan deh, buat kenang-kenangan saja.</p>
<p>Aku mulai gencar menanyakan si Abang apakah dia tertarik. Dengan memaparkan semua fakta yang telah diberitahu mas Inoe. Hmmm&#8230; reaksinya positif banget.</p>
<p><strong>Menjelang Hari-H Pengambilan Foto Prewedding</strong></p>
<p>Bayangan tentang pengambilan foto ini terlalu sempurna untuk diwujudkan. Pertama kami janjian dengan Mas Inoe harus mundur seminggu karena Mas Inoe ujian ditambah juga aku punya acara penting keluarga yang tidak bisa ditiadakan. Minggu berikutnya, kami juga tetap sulit mengatur acara, beberapa anggota keluarga mengajak kami untuk berbelanja bersama. Untunglah, nggak jadi.</p>
<p>Tapi bertepatan dengan hari perjanjian kami, terjadi banyak tantangan di luar dugaan. Ada pemilihan ketua ikatan alumni ITB (si calon pengantin pria tidak bisa membatalkan keterlibatannya), ada acara syukuran 7 bulanan Deasy adek kami sehingga kami jadi serba salah. Tetapi karena janji foto ini sudah jauh hari, kami pun menjatuhkan pilihan tetap ikut foto. </p>
<p>Berangkat pagi sekali dari Bintaro, sementara si Abang lebih pagi lagi dari Serpong untuk menjemputku, padahal semalaman kami berburu baju tanpa melihat label harga saking buru-burunya. Tentu saja kami lelah setengah mati. Kami pulang dari Bogor menaiki motor ke arah Serpong dengan kecepatan tinggi, syukurlah pemilihan ketua ikatan alumni ITB belum selesai di Serpong.</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2062/2048841835_473479a876.jpg" alt="prewedding" /></p>
<p>Terima kasih buat mas Inoe yang udah jauh-jauh datang dari Palembang untuk memfoto kami. Kapan lagi gitu loh bisa menyuruh Kasi (Kepala Seksi) memfoto pre-wedding? hihihi&#8230; Terima kasih juga udah mengenalkan mbak Yani. Pengorbananmu sungguh tiada tara sampai-sampai kami bingung mau bilang apa. Intinya sih pengen bilang &#8220;Aduh, senang banget deh&#8230;&#8221;</p>
<p>Terima kasih juga buat mbak Yani. Fotonya bagus-bagus Mbak, mampu menyembunyikan wajah kami yang tak seberapa. Kami bisa berpose bagus juga &#8216;kan karena arahan mbak yang bisa membuat kami santai.<span id="more-3"></span></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2402/2048842243_7fe9ac73dc.jpg" alt="prewedding" /></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2178/2049628660_8d9cbda055.jpg" alt="prewedding" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newlywed.in/2007/11/17/prewedding-photos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

