<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Newlywed.in</title>
	<atom:link href="http://newlywed.in/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://newlywed.in</link>
	<description>Our wedding journey...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Mar 2009 14:12:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Dunia Keegoisanku</title>
		<link>http://newlywed.in/2009/03/25/dunia-keegoisanku/</link>
		<comments>http://newlywed.in/2009/03/25/dunia-keegoisanku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 14:12:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irene</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newlywed.in/2009/03/25/dunia-keegoisanku/</guid>
		<description><![CDATA[Aku ingin membawa suamiku ke Jepang, meninggalkan semua kewajibannya sebagai seorang PNS di dunia ilmiah dan peneliti. Membiayai semua biaya hidupnya. Setiap hari dia bisa menggunakan koneksi internet sesuka hatinya asal di berada di sampingku menemaniku. Di saat liburan tiba, aku tidak perlu kembali ke Indonesia karena orang yang kutuju ada di sampingku. Buat apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku ingin membawa suamiku ke Jepang, meninggalkan semua kewajibannya sebagai seorang PNS di dunia ilmiah dan peneliti. Membiayai semua biaya hidupnya. Setiap hari dia bisa menggunakan koneksi internet sesuka hatinya asal di berada di sampingku menemaniku.</p>
<p>Di saat liburan tiba, aku tidak perlu kembali ke Indonesia karena orang yang kutuju ada di sampingku. Buat apa pusing dan buang uang. Kami bisa berjalan mengelilingi negeri Sakura dan mengkoleksi foto-foto berdua yang penuh kenarsisan. <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah aku lulus, aku akan mengembalikannya ke kantornya dan meminta maaf atas dua tahun kevakuman suamiku dalam penelitiannya. Dan tentu saja bos dan staf mengerti semua alasanku, ya karena kami suami isteri yang tidak terpisahkan.</p>
<p>Yap&#8230; Egois, karena itu hanya ada dalam dunia yang berisi kehendakku saja. Dunia Keegoisanku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newlywed.in/2009/03/25/dunia-keegoisanku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>What I Know about My Husband (1)</title>
		<link>http://newlywed.in/2009/03/23/what-i-know-about-my-husband-1/</link>
		<comments>http://newlywed.in/2009/03/23/what-i-know-about-my-husband-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 16:59:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irene</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newlywed.in/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Terinspirasi kebiasaan suamiku menonton kukis (kumpulan kisah-kisah manis) di salah satu televisi swasta di tanah air, aku ingin mengungkapkan sejauh apa aku mengenal dia. KUKIS OH KUKIS Suamiku pernah bilang kalau cowok perlu belajar romantis dari film-film dan kukis. Nah lo&#8230; Tapi katanya kukis bisa membantu para lelaki memahami wanita dan belajar banyak dari kisah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terinspirasi kebiasaan suamiku menonton kukis (kumpulan kisah-kisah manis) di salah satu televisi swasta di tanah air, aku ingin mengungkapkan sejauh apa aku mengenal dia.</p>
<p>KUKIS OH KUKIS</p>
<p>Suamiku pernah bilang kalau cowok perlu belajar romantis dari film-film dan kukis. Nah lo&#8230; Tapi katanya kukis bisa membantu para lelaki memahami wanita dan belajar banyak dari kisah itu. Terdengar klise bukan? Tapi itu suatu kebenaran untuk suamiku.</p>
<p>Bagi dia, kegiatan malam yang tidak bisa dilewatkan adalah nonton kukis. Kalau lagi chat dia hanya menjawab singkat-singkat seperti: hahaha, o gitu, iya, udah, oh dst., maka bisa dipastikan dia sedang menonton tayangan itu dengan serius. Tunggulah kira-kira berapa menit kemudian, saat-saat iklan, dia kembali menjawab chatnya dengan panjang. Padahal aku sendiri, sebagai seorang perempuan yang biasanya suka sinetron, kurang bisa mengikutinya karena jam tayangnya yang panjang.</p>
<p>Itu pengetahuan baru bagiku yang harus kupahami juga. Dulu aku tinggal tidur dia selagi menonton, karena aku mudah tidur. Suamiku memang unik. Satu lagi yang harus kuketahui, ketika statusnya &#8220;idle&#8221; di jam-jam tengah malam. Itu artinya dia sedang serius menonton atau malah tertidur di depan TV, lupa mematikannya kadang bahkan sampai pagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newlywed.in/2009/03/23/what-i-know-about-my-husband-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semua akan Baik-baik Saja</title>
		<link>http://newlywed.in/2009/01/30/semua-akan-baik-baik-saja/</link>
		<comments>http://newlywed.in/2009/01/30/semua-akan-baik-baik-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 03:32:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irene</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newlywed.in/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Setahun menikah, kami pun harus berpisah. Nagoya, 30 Januari 2009 For A man I call Husband Kalau dihitung-hitung, kita sudah menikah setahun dua minggu ketika kita berpisah minggu lalu. Keputusan ini bukanlah keputusan sepihak yang kubuat sendiri. Ketika keputusan ini kuambil sebelum menikah, aku telah meminta pertimbangan, apa yang harus kulakukan. Aku, saat itu, tahu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setahun menikah, kami pun harus berpisah.</p>
<p>Nagoya, 30 Januari 2009</p>
<p>For A man I call Husband</p>
<p>Kalau dihitung-hitung, kita sudah menikah setahun dua minggu ketika kita berpisah minggu lalu. Keputusan ini bukanlah keputusan sepihak yang kubuat sendiri. Ketika keputusan ini kuambil sebelum menikah, aku telah meminta pertimbangan, apa yang harus kulakukan. Aku, saat itu, tahu benar kalau berpisah itu sungguh tak enak, terlebih ketika dulu aku pernah gagal dengan hubungan jarak jauh. Tapi ketika ijin sudah kukantongi aku pun akhirnya memilih jalan ini, merantau ke negeri orang seorang diri.</p>
<p>Aku mengerti ketika tiba di sini, perasaanku sulit digambarkan. Shock dengan keadaan baru, jenis makanan baru, homesick berlebihan, dan tekanan ujian yang segera harus kuhadapi. Pagi hari, ketika terbangun, aku masih terkejut memandang sekitarku &#8220;aku dimana?&#8221;, &#8220;kemana abang?&#8221;, &#8220;kemana tv yang ada di depanku?&#8221; dan seribu pertanyaan mendadak. Siang hari, aku memandang kampus yang masih asing sambil menggumam dalam hati, inilah kampus yang akan kuakrabi selama dua tahun lebih. Akankah aku betah? Malam hari, homesick semakin terasa. Biasanya malam hari, aku diselimuti si abang tidur dan memandangku sebelum tidur. Aku benar-benar menginginkan suasana itu dan apa boleh buat, pilihan itu sudah kutinggalkan. Berat.</p>
<p>Sampai minggu kedua ini, aku belum bisa mengatasi rasa ini sepenuhnya. Ketika chatting aku masih suka menangis, ketika tidak kutemukan si abang online, aku pun suka bete sendiri dan ujung-ujungnya nangis lagi. Ah, sangat kekanakan.</p>
<p>Merantau ke negeri orang lebih sulit ketimbang dulu aku merantau ke Jakarta. Di Jakarta, seminggu pertama aku hanya menyesuaikan logat dan suasana, dimana sampai sekarang logatku sudah berubah, tapi bukan menjadi logat Jakarta tapi menjadi logat batak tulen (padahal dulu aku karo habis). Menangis hanya terjadi pada hari pertama, kedua dan ketiga. Setelah itu semua baik-baik saja. Mudah dan singkat.</p>
<p>Malam memang menjadi bagian terberat setiap harinya, meskipun sebenarnya semuanya berat. Hal yang paling menyenangkan adalah saat aku membuka internet dan mencoba menghubungi suami dari skype atau dari gtalk atau YM. Hidup seperti kembali ke Indonesia, berada di kamar bercakap-cakap sebelum tidur.</p>
<p>Dunia lumayan adil. Setiap pilihan punya konsekuensinya masing-masing. Pilihan yang kuambil ini tidaklah mudah. Ada proses yang ditawarkan, proses pembelajaran formal dan non formal. Aku sempat lupa rasanya mandiri, berjuang dan menghadapi tantangan. Sekarang aku diingatkan kembali betapa rasa itu tidak nyaman tapi sanggup membentuk pribadi ke arah lebih baik.</p>
<p>Ini hanya satu tahap yang menghabiskan bagian kecil hidupku. Semua akan baik-baik saja bang, meskipun aku banyak menangis sekarang. Ya, semua akan baik-baik saja. Aku janji.</p>
<p>NB. Aku masih menangis bang menulis cerita ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newlywed.in/2009/01/30/semua-akan-baik-baik-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lirik Lagu: Trio Lamtama &#8211; Anak Medan</title>
		<link>http://newlywed.in/2008/09/01/lirik-lagu-trio-lamtama-anak-medan/</link>
		<comments>http://newlywed.in/2008/09/01/lirik-lagu-trio-lamtama-anak-medan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 08:45:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daniel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newlywed.in/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun ada yang sebel sama lagu batak, tapi aku sebagai orang batak tetap bangga dengan budaya batak. Berikut ini aku persembahkan lirik lagu yang telah menyertai aku dan istriku di pesta pernikahan kami Desember 2007 lalu. Lagu ini sangat populer bagi kalangan orang medan, bahkan di pesta kami sampai di-request beberapa kali, lupa persisnya, ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walaupun ada yang <a href="http://blog.malau.net/2008/07/07/sebel-adat-batak-sebel-lagu-batak-sebel-orang-batak-sebel-jadi-orang-batak/">sebel sama lagu batak</a>, tapi aku sebagai orang batak tetap bangga dengan budaya batak. <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Berikut ini aku persembahkan lirik lagu yang telah menyertai aku dan istriku <a href="http://blog.malau.net/2008/01/30/our-wedding-album-december-29th-2007/">di pesta pernikahan kami</a> Desember 2007 lalu. Lagu ini sangat populer bagi kalangan orang medan, bahkan di pesta kami sampai di-<em>request</em> beberapa kali, lupa persisnya, ada 5-10 kali kalau tidak salah. Itulah asal-usulnya sampai lagu ini bahkan menjadi salah satu lagu kesukaan kami berdua. Hehehe&#8230;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Anak Medan<br />
oleh: Trio Lamtama</p>
<p>Anak medan, Anak medan, Anak medan do au, kawan<br />
Modal pergaulan boido mangolu au,<br />
Tarlobi dipenampilan main cantik do au, kawan<br />
Sonang manang susah happy do diau,</p>
<p>Nang pe 51, solot di gontinghi,<br />
Siap bela kawan berpartisipasi,<br />
378 Sattabi majo disi,<br />
Ada harga diri mengantisipasi</p>
<p>Reff:<br />
Horas&#8230; Pohon pinang tumbuh sendiri<br />
Horas&#8230; Tumbuhlah menantang awan<br />
Horas&#8230; Biar kambing di kampung sendiri<br />
Horas&#8230; Tapi banteng di perantauan</p>
<p>Anak medan, Anak medan, Anak medan do au, kawan<br />
Susah didonganku soboi tarbereng au<br />
Titik darah penghabisan ai rela do au, kawan<br />
Hansur demi kawan, ido au kawan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newlywed.in/2008/09/01/lirik-lagu-trio-lamtama-anak-medan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Honeymoon?</title>
		<link>http://newlywed.in/2008/02/28/honeymoon/</link>
		<comments>http://newlywed.in/2008/02/28/honeymoon/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2008 10:18:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irene</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Photos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newlywed.in/2008/02/28/honeymoon/</guid>
		<description><![CDATA[Sepertinya tidak bisa disebut honeymoon. Honeyday saja tidak layak sebagai sebutannya. BERASTAGI, 3-4 JANUARI 2008 Mencuri waktu di antara kunjungan keluarga, itulah yang kami lakukan untuk mendapatkan sedikit waktu berdua. Hari itu, Kamis 3 Januari 2008. Sepulang dari Danau Toba, kami memutuskan untuk tidak bermalam di rumah tapi mencari hotel. Maklumlah, kami tidak punya waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/bukit-gundaling-travelling.jpg' alt='Bukit Gundaling Travelling' /></p>
<p>Sepertinya tidak bisa disebut honeymoon. Honeyday saja tidak layak sebagai sebutannya.</p>
<p>BERASTAGI, 3-4 JANUARI 2008</p>
<p>Mencuri waktu di antara kunjungan keluarga, itulah yang kami lakukan untuk mendapatkan sedikit waktu berdua. Hari itu, Kamis 3 Januari 2008. Sepulang dari Danau Toba, kami memutuskan untuk tidak bermalam di rumah tapi mencari hotel. Maklumlah, kami tidak punya waktu untuk honeymoon sama sekali. Malam itu, Bang Lindung, Kak Erika dan pasukannya mengantarkan kami ke Brastagi. Suasana Tahun Baru terasa sekali di Brastagi. Buktinya, setiap kali menanyakan tarif kamar, mereka menyodorkan tarif peak season (baca: mahal).</p>
<p>Awalnya kami berencana ke Hotel Mickey House, tapi ketika mendengar tarifnya via telepon, kami menyerah. Pengunjung hotel yang satu ini memang luar biasa banyak karena fasilitas mereka yang unik. Hotel ini menyediakan sejenis taman bermain selayaknya Dufan mini. Ketika dikonfirmasi tentang kamar kosong, mereka menginformasikan bahwa hanya ada dua kamar kelas satu yang kosong. Ck, ck, ck.</p>
<p>Hotel pertama yang kami kunjungi adalah Hotel Sibayak yang posisinya berdekatan dengan Pasar Buah dan Gundaling, Brastagi. Tarif yang ditawarkan saat itu Rp 400 ribuan per hari, itu pun sudah termasuk diskon karena check-in malam hari. Hm&#8230; coba cari yang lain saja ah, masih kemahalan.</p>
<p>Hotel kedua yang kami datangi adalah Wisma Sibayak yang berlokasi tepat di depan Tugu Kol, Brastagi. Sebenarnya penginapan ini hanya wisma, bukan hotel. Namanya sama, tapi keadaan dan harga tentu berbeda. Wisma Sibayak menawarkan Rp 200 ribuan per malam. Melihat bentuk dan fasilitas penginapan, kami merasa perlu perbandingan lain.<span id="more-70"></span></p>
<p>Kami pun meluncur ke Peceren, sebuah kota kecil di Brastagi yang tenar dengan wajik dan makanannya yang lezat. Di sana ada beberapa hotel, salah satunya Hotel Rudang (sekarang Hotel Green Garden). Hotel ini baru dipugar, mungkin diperuntukkan buat Tahun Baru, sekalian promo hotel baru. Dari namanya saja kita sudah tahu kalau hotel ini benar-benar bernuansa hijau. Mereka pun memberikan brosur dan menunjukkan kamar. Lumayanlah untuk harga yang sama dengan Hotel Sibayak tadi (Rp 400.000an setelah diskon promo). Tapi karena lokasi kurang strategis dan aspek lainnya, kami kembali ke hotel pertama.</p>
<p>Harga hotel di Brastagi cenderung mahal karena Brastagi adalah salah satu tujuan wisata di Sumatera Utara, apalagi Tahun Baru begini. Dengan kenekatan tanpa pemikiran budget, kami kembali ke Hotel Sibayak, hotel yang pertama kami kunjungi tadi. Pertimbangannya adalah: 1. Lokasinya Nyaman, pemandangan Brastagi terlihat jelas; 2. Dekat dengan Gundaling; 3. Dekat dengan Pasar Buah Brastagi; dan 4. Angkutan mudah.</p>
<p>Setibanya di kamar, jam sudah menunjukkan pukul 09.00 malam, pantas terasa lelah banget. Yang ada, kita malah tidur nyenyak setelah mandi.</p>
<p>Kami terbangun ketika alarm hp berbunyi. Waaaa&#8230; apa-apaan sih, pagi-pagi pasang alarm. Dengan malasnya kubuka tas, merogoh hp dan ahha, ini dia hp-nya. Terbaca di layar tulisan kecil berbunyi: &#8220;First day I meet my honey&#8221;. Sejenak aku terdiam memandangi layar, maksudnya apa? Oh ya ampun, ini kan memang peringatan hari pertama kami bertemu. Aku tersenyum.</p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/sarapan-di-hotel1.jpg' alt='Sarapan di Hotel Sibayak' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/sarapan-di-hotel2.jpg' alt='Sarapan di Hotel Sibayak' /></p>
<p>Sarapan pagi di Hotel Sibayak sungguh menyenangkan. Makanannya enak. Seringkali kalau makanan hotel rasanya biasa-biasa saja, tapi ini beda, nasi gorengnya berasa lezat di lidah. Apalagi ada tambahan-tambahan lain seperti telur dadar dan jus.</p>
<p>Perjalanan kami dimulai setelah sarapan.</p>
<p>Daripada bosan, lebih baik mencoba bertualang ke Gundaling, sebuah bukit kecil. Dari puncaknya, kita bisa melihat Brastagi, bahkan Kabanjahe. Gunung-gunung di sekitar kota ini kelihatan biru senada langit, kontras dengan putih awan dan hijau tumbuh-tumbuhan.</p>
<p>Si Abang belum pernah sama sekali ke sana, padahal Gundaling adalah tempatku pacaran dulu, <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ). Aku tidak percaya dengan istilah &#8220;kalau pacaran di Gundaling pasti putus&#8221;, tapi padaku benar adanya. Jangan percaya &#8220;superstisious thing&#8221; begitu ah. (Gundaling = Good Bye Darling, entah siapa yang mengarangnya).</p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/jalan-ke-bukit-gundaling.jpg' alt='Jalan terjal ke Bukit Gundaling' /></p>
<p>Kami nekat berjalan kaki menuju Gundaling. Jalannya terjal dan berbatu. Sendal yang kami kenakan tidak compatible dengan perjalanan ini, tapi temanya kan &#8220;nekat&#8221;. Auh&#8230; sungguh sebuah pengalaman yang asik.</p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/bukit-gundaling1.jpg' alt='Bukit Gundaling Travelling' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/bukit-gundaling2.jpg' alt='Bukit Gundaling Travelling' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/bukit-gundaling3.jpg' alt='Bukit Gundaling Travelling' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/bukit-gundaling4.jpg' alt='Bukit Gundaling Travelling' /></p>
<p>Sebelum turun dari Gundaling, kami shopping, menawar barang-barang yang dijual di sudut-sudut jalan. Tips berbelanja adalah: pakailah bahasa Karo bagi yang fasih, maka harga langsung anjlok. Bagi yang tidak fasih, lebih baik tidak usah sok fasih, tar berabe. <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pulang ke Hotel</p>
<p>Kami sudah perkirakan sebelumnya kalau perjalanan ini harus pas dengan jam check out. Setelah mengemasi ransel, kami pun berjalan kaki lagi menuju pasar buah. Si Abang heboh mau naik angkot karena lelah naik-turun Gundaling. Tapi karena udara sejuk yang sangat mendukung, dia pun menyerah ikut berjalan saja.</p>
<p>Keluar dari Hotel Sibayak, kami makan di rumah makan persis di depan hotel, kami pesan IndoMie dan Ikan Bakar, yah walaupun cuma di situ ada IndoMie yang harganya Rp 10.000,- tapi tetap kami jabanin juga hehehe&#8230; ternyata makanannya tidak mengecewakan, enak bok&#8230; <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/bukit-gundaling5.jpg' alt='Bukit Gundaling Travelling' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/bukit-gundaling6.jpg' alt='Bukit Gundaling Travelling' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/bukit-gundaling7.jpg' alt='Bukit Gundaling Travelling' /></p>
<p>Di Pasar Buah, dagangan lebih heboh lagi. Pertama, kami sangat tertarik untuk membeli anak anjing dan kelinci di situ. Tapi, masa kami membawanya naik pesawat ke Jakarta? Kedua, kami kembali membeli oleh-oleh di toko aksesoris Pasar Buah. Kami membeli kaos-kaos dan tas. Ransel rasanya semakin berat saja. Tips belanja tetap sama: berbahasa karo-lah.</p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/pasar-buah-brastagi.jpg' alt='Pasar Buah Brastagi' /></p>
<p>Perjalanan kami ditutup dengan&#8230; kunjungan warnet. Nggak nyambung banget, tapi tetap asik. Maklumlah kita berdua sangat suka internet.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newlywed.in/2008/02/28/honeymoon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bina Pra Nikah</title>
		<link>http://newlywed.in/2008/02/18/bina-pra-nikah/</link>
		<comments>http://newlywed.in/2008/02/18/bina-pra-nikah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 11:16:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irene</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newlywed.in/2008/02/18/bina-pra-nikah/</guid>
		<description><![CDATA[Postingan ini adalah bagian yang terlupa padahal termasuk terpenting, penting banget malah. Kami pun baru merasakannya setelah mengikutinya. Biasanya konsultan pernikahan menyediakan jasa ini. Kami sendiri memperoleh pembinaan pra nikah dari gereja (GKI Bintaro). Kebetulan sekali pihak gereja menyediakannya untuk pasangan-pasangan yang ingin menikah dalam waktu dekat. Pembinaan ini diadakan dalam 7 kali tatap muka. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Postingan ini adalah bagian yang terlupa padahal termasuk terpenting, penting banget malah. Kami pun baru merasakannya setelah mengikutinya.</p>
<p>Biasanya konsultan pernikahan menyediakan jasa ini.  Kami sendiri memperoleh pembinaan pra nikah dari gereja (GKI Bintaro). Kebetulan sekali pihak gereja menyediakannya untuk pasangan-pasangan yang ingin menikah dalam waktu dekat. Pembinaan ini diadakan dalam 7 kali tatap muka. Pertemuan awal dibawa oleh Pendeta dengan bahan seputar &#8220;Pandangan Alkitabiah tentang pernikahan&#8221;, &#8220;Konflik-konflik umum pernikahan dan solusinya&#8221; dst. <span id="more-69"></span></p>
<p>Pembinaan yang kami ikuti dipimpin oleh Pak Pendeta Luther Tarlim Samara dan tentu saja kami sangat senang mengikutinya (apalagi gretong bow). Padahal pertemuan ini diadakan Selasa malam sepulang kerja. Semula kukira si abang akan tertidur sepanjang acara, tapi ternyata dia mengikutinya dengan baik. Ide ikut bina pra nikah ini dari aku, meskipun saat itu kami belum merencanakan tanggal pernikahan.</p>
<p>Pertemuan-pertemuan akhir kami dipertemukan dengan pakar keuangan dan dokter. Paling tidak ketakutan tentang &#8220;rahim, malam pertama, penyakit, reproduksi, dkk&#8221; bisa teratasi. Konsultasi keuangan juga menyadarkan kami, bahwa di hari depan kami pasti diperhadapkan dengan pilihan untuk  membantu atau tidak membantu keluarga besar kami. Kapan dan bagaimana kondisi yang memungkinkannya.</p>
<p>Hal mendasar yang kutahu dari bina pra nikah ini adalah &#8220;apakah kami cocok satu sama lain dan tidak ada perbedaan mendasar&#8221;.  Bayangkanlah jika kita berdua berbeda pendapat tentang bagaimana menempatkan keluarga lain dalam keluarga kita, bisa berabe. Kata Pak Pendeta, beberapa pasangan memutuskan untuk berpisah karena tahu mereka berbeda. Ada yang berbeda dalam hal &#8220;bagaiamana menjalankan ekonomi keluarga&#8221; dsb.</p>
<p>Jika tahap pengenalan pasangan sudah baik, memang bina pra nikah tidak terlalu nge-efek, tapi sangat bagus untuk diikuti sebagai introspeksi diri. Seperti, aku menyadari keegoisanku sebegitu besar, hihihi <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Karena seringkali kita tidak menyadari sebuah masalah kecil bisa merusak keluarga yang kita bentuk kelak.</p>
<p>Satu diskusi alot yang kami ikuti adalah diskusi adat. Kebetulan pasangan-pasangan di pembinaan kami banyak yang berbeda adat. Benar saja, perbedaan itu bisa merusak semua padahal kan pesta pernikahan hanya sehari sementara keluarga kita untuk bertahun-tahun. So, what&#8217;s a big deal about that? Tar juga pasti tahu deh kenapa masalah itu sangat mengganggu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newlywed.in/2008/02/18/bina-pra-nikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebaktian Syukur Pernikahan</title>
		<link>http://newlywed.in/2008/02/08/kebaktian-syukur-pernikahan/</link>
		<comments>http://newlywed.in/2008/02/08/kebaktian-syukur-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 03:33:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irene</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Photos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newlywed.in/2008/02/08/kebaktian-syukur-pernikahan/</guid>
		<description><![CDATA[GKI BINTARO UTAMA 26 Januari 2008, 11.00 WIB Setelah sebulan berselang dari pernikahan, kami didukung oleh Jemaat Gereja (GKI) Bintaro Utama mengadakan sebuah kebaktian syukur pagi itu. Acara ini dibuat sekaligus untuk mengundang teman-teman yang belum sempat datang di acara pernikahan 29 Desember lalu. Semakin hari kami semakin mengerti betapa kami sangat dikasihi oleh saudara, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>GKI BINTARO UTAMA<br />
26 Januari 2008, 11.00 WIB</p>
<p>Setelah sebulan berselang dari pernikahan, kami didukung oleh Jemaat Gereja (GKI) Bintaro Utama mengadakan sebuah kebaktian syukur pagi itu. Acara ini dibuat sekaligus untuk mengundang teman-teman yang belum sempat datang di acara pernikahan 29 Desember lalu.</p>
<p>Semakin hari kami semakin mengerti betapa kami sangat dikasihi oleh saudara, teman dan kerabat yang berada di sekeliling kami. Kebaktian Syukur juga terlaksana berkat Kasih yang besar dari Majelis dan Jemaat, padahal kami hanya partisipan di Gereja ini. Para ibu-ibu memasak secara gotong-royong untuk acara ini dan hasilnya&#8230; waaalllllaaaa&#8230; delicious nan lezato. Tak ada kata yang pas untuk mengungkapkan isi hatiku saat itu, hanya dua kata yang berhasil terucap &#8220;Terima kasih&#8221;.</p>
<p>Kami juga sangat berterima kasih untuk teman-teman yang sudah datang, buat<br />
1. Pak Luther yang telah membawa kebaktiannya<br />
2. Bapak-Ibu Majelis yang sangat pengertian, terima kasih buat segala dukungan dan doa<br />
3. Ibu-Ibu GKI Bintaro Utama (BINTAMA) buat masakan yang enak dan syukurlah cukup buat tamu-tamu yang banyak itu<br />
4. Natty yang sudah jadi Master of Ceremony. Senang mendengar puisimu &#8220;Hari ini tidak akan sama lagi dengan yang sebelumnya&#8221;<br />
5. Semua teman dan Gindo-tamu-terjauh kami.</p>
<p>Dan singkatnya, here are the photos:</p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008014.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008016.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /><br />
<span id="more-52"></span></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008017.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008018.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008019.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008020.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008024.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008025.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008026.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008028.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008029.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008033.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008036.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008038.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008040.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/02/26012008041.jpg' alt='Kebaktian Syukur Pernikahan Irene &#038; Daniel' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newlywed.in/2008/02/08/kebaktian-syukur-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Laporan Pandangan Mata</title>
		<link>http://newlywed.in/2008/01/31/laporan-pandangan-mata/</link>
		<comments>http://newlywed.in/2008/01/31/laporan-pandangan-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 03:48:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irene</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newlywed.in/2008/01/31/laporan-pandangan-mata/</guid>
		<description><![CDATA[Pernikahan itu indah, benarkah? Irene: Pagi buta, kami harus bersiap. Jam 4 teng harus sudah berada di salon dan berhadapan dengan Kila (sebutan orang karo untuk suami dari saudara perempuan ayah) yang begitu ahli memegang alat-alat salonnya. Kantuk sulit dihindari, selama make-up aku setengah tidur. Dan ketika membuka mata, jreeeeeng, &#8220;Ya ampun, siapa tuh?&#8221;. Aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernikahan itu indah, benarkah?</p>
<p><u><strong>Irene</strong></u>: Pagi buta, kami harus bersiap. Jam 4 teng harus sudah berada di salon dan berhadapan dengan Kila (sebutan orang karo untuk suami dari saudara perempuan ayah) yang begitu ahli memegang alat-alat salonnya. Kantuk sulit dihindari, selama <em>make-up</em> aku setengah tidur. Dan ketika membuka mata, jreeeeeng, &#8220;Ya ampun, siapa tuh?&#8221;. Aku tidak mengenal diriku sendiri. <em>Owh, I hate this make-up</em>.</p>
<p><u><strong>Daniel</strong></u>: ngantuk banget&#8230; tidur jam 11 bangun jam 4 pagi, padahal stamina dibutuhkan buat seharian penuh&#8230; habis bangun langsung ke salon bersama Kak Irma dan Mamak&#8230; dan wajah kecewa pun tak sanggup disembunyikan si Mamak&#8230; karena aku berjanji bahwa anak buah si Kila ada 6 orang, ternyata cuma 2 orang, dan yang satu pun sudah dibangunkan 3 kali baru datang.</p>
<p>Entah ini atau bukan yang menyebabkan kami tidak bisa tepat waktu sampai di rumah si adek jam 7 pas, yang jelas aku gak ingin menyalahkan siapapun, dan juga tak ingin disalahkan tentunya hehe&#8230;</p>
<p>Pulang dari salon sekitar jam 6, kurang ingat, langsung sarapan, dengan sangat kilat&#8230; dan biasa, setelah sarapan langsung ada hasrat ingin melapor ke toilet <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Setelah itu dilanjutkan berpakaian lengkap jas pengantin. Setelah semua selesai berpakaian (Mamak, Bapak, Lae Timbul), dan segera ingin berangkat, Mamak tiba-tiba memunculkan ide untuk mengepak semua barang-barang untuk dimasukkan ke dalam mobil, semuanya, tanpa terkecuali&#8230;</p>
<p>Akhirnya setelah berjuang dalam tenggat waktu yang sangat sempit, kami pun berhasil berangkat ke rumah sang pengantin wanita tercinta <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  jam 07.05, itu juga setelah Bang Alex menelepon dan mengirim SMS agar cepat-cepat datang, yang sudah selesai saja yang berangkat duluan.</p>
<p><u><strong>Irene</strong></u>: Sekitar 05.00 subuh, jemputan belum datang juga. Waktu tidak boleh terbuang begitu saja, &#8220;Janji Pernikahan&#8221; kucoba hafal luar kepala. Tah karena di bawah tekanan atau alasan lain, sulit banget menghapal paragraf singkat itu. Huh, kenapa hafalan selalu begitu sulit kulakukan? Padahal kata-katanya indah dan mudah diingat.</p>
<p>Setelah berpakaian lengkap, kupandang diriku di cermin besar dan tetap saja merasa &#8220;Mirror, mirror hanging on the wall, who the hell is this at all?&#8221; Ngasal banget, tapi sungguh aku memang tidak suka di <em>make-up</em> dari dulu. Rasanya dipasang topeng berat dan lengket.<span id="more-36"></span></p>
<hr />
07.00 WIB<br />
<u><strong>Irene</strong></u>: Si abang tak muncul juga di rumah. Padahal janjinya datang lebih awal untuk menjemput ke Gereja, dan sekarang sudah cukup terlambat. Kepala terasa mumet ditambah omelan Bapak yang menanyakan &#8220;kenapa begini&#8221; dan &#8220;kenapa begitu&#8221;.</p>
<p>Aku mengenal Bapak sangat dekat, karena sifatnya menurun padaku. Setiap keterlambatan menyebabkan kegelisahan tingkat tinggi, sampai-sampai pikiran tidak bisa berkoordinasi dengan organ tubuh lainnya. Di situasi gelisah ini, aku lebih memilih diam daripada menlipatgandakan kekhawatirannya. Kujawab singkat &#8220;Pak, aku pun tidak ingin ini terjadi&#8221;. Masa&#8217; aku harus ikut cerewet dan mondar-mandir heboh sementara nih konde sudah cukup membuatku sakit kepala.</p>
<p>Setelah tepekur beberapa puluh menit, berusaha tidak memikirkan apa-apa, si abang menunjukkan mukanya. &#8220;Hm&#8230; coba ini bukan hari pernikahanku. Grrr&#8230; Hehhhh&#8230; (tarik nafas)&#8221;. Untung aku masih ingat ini hari pernikahan. <em>Once in a life time</em>. Sekelebat kata Mas Diyan lewat di kepalaku &#8220;Semua hal buruk yang terjadi menjelang dan pada hari H, itu ga penting!!! Tersenyumlah&#8230;&#8221;</p>
<hr />
07.30<br />
Naik mobil menuju GBKP Ketaren<br />
<u><strong>Irene</strong></u>: Aku dag-dig-dug luar biasa, bukan karena mau menikah tapi karena hapalan janji pernikahan belum tuntas. Setelah diulang-ulang rasanya udah OK. Apalagi abang janji kasih contekan nanti di depan. Hehehe&#8230; emang bisa ya bang?</p>
<p>Di tengah-tengah celotehan hapalanku, si abang nyeletuk dalam bahasa sandi yang artinya &#8220;Dek, kok mobilnya tidak seindah yang kita bayangkan?&#8221;. Aku langsung melotot. Huss, jangan masalahin hal-hal kecil gitu ah sekarang.</p>
<p><u><strong>Daniel</strong></u>: Dek, ini janjinya&#8230; <em>Saya, Daniel Panghihutan Malau, mengambil engkau Irene Santi Br Bukit sebagai istriku, dan dengan ini berjanji menerima engkau dalam senang maupun susah, dalam sehat maupun sakit, dalam suka maupun duka. Saya berjanji untuk menjaga kekudusan pernikahan kita sampai Tuhan memisahkan kita melalui kematian</em>. Masih ingat kan? Hehehe&#8230; <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<hr />
08.15<br />
Mengucapkan janji pernikahan<br />
<u><strong>Irene</strong></u>: Wow, si abang lancar banget hafalannya, dengan ekspresi yang sudah dilatih dan&#8230; top banget dah. Kekaguman itu membuatku makin gelagapan. Tiba giliranku kucoba kosentrasi, tarik napas dan blaaaah&#8230; aku lupa semua. Terbata di awal, tapi akhirnya lancar. Syukurlah sudah usai.</p>
<p><u><strong>Daniel</strong></u>: Duh, si adek grogi banget, sampe-sampe Janji Suci-nya terpotong di tengah jalan hehe&#8230; di sini lah aku benar-benar merasa bahwa pemberkatan pernikahan ini sangatlah sakral&#8230; dan setelah semua selesai baru aku sadari bahwa acara adat itu benar-benar jauh maknanya dibanding acara di gereja.</p>
<hr />
11.00<br />
Berfoto bersama<br />
<u><strong>Irene</strong></u>: Aku senang melihat wajah-wajah temanku dan teman abang yang sudah kukenal. Betapa mereka berusaha datang pagi-pagi untuk kami. Thanks ya&#8230;</p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/08-p1010082.jpg' alt='Foto bersama teman-teman pengantin' /><br />
Dari kiri ke kanan: Withri, Farida, Rahel, Marison, Daniel, Irene, Sahala, Brando, Esra, Jhonson, Bernand</p>
<hr />
11.15<br />
&#8220;Irene Susanti&#8221; Momento<br />
<u><strong>Irene</strong></u>: Subjudul ini benar-benar terjadi saat kata sambutan. Bapauda menyebutkan &#8220;Terima kasih untuk kedatangan saudara-saudari di tempat ini di pernikahan Daniel Panghihutan Malau dan Irene Susanti Br. Bukit.&#8221;</p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/irene-susanti.jpg' alt='Irene Susanti' /><br />
Si Bapauda dengan celoteh &#8220;Irene Susanti&#8221;-nya <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kami berdua langsung tertawa cekikikan mendengar itu. Tau deh, apa ada yang sadar nggak dengan sebutan baru itu.</p>
<hr />
11.30<br />
Berganti kostum menjadi baju adat karo yang merah meriah.<br />
<u><strong>Irene</strong></u>: Dengan bantuan tiga teman-teman yang menamai diri trio kwek-kwek (Withri, Farida dan Rahel), aku berganti baju di kamar mandi kecil yang beraroma tak sedap. Bagusan kebaya merahnya dibandingkan putihnya, demikian beberapa orang berkomentar.</p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/kila-di-gereja.jpg' alt='Irene Dirias oleh Kila' /><br />
Si Kila sedang merias di ruang bagian belakang gereja.</p>
<p><em>Outfit</em> adat karo sudah lengkap, kami pun berjalan ke menuju mobil. Ya ampun, susahnya memasukkan tudung (topi adat) tinggi itu ke dalam sedan BMW. Begitu sukses, mendadak ada gerakan membuka di bagian belakang punggungku &#8220;Greeet&#8230;&#8221;. Ya ampun retsleting kamisolnya terbuka lebar. Kupikir hanya terbuka biasa, taunya rusak berat. Mengorbankan darah dari jari Withri, retsleting itu hanya berhasil diberi peniti dan bagian atasnya tetap terbuka.</p>
<p>Bayangkan, aku pun nekat mengajak semuanya tetap ke tempat pesta. Karena kami yakin, semua orang sudah menunggu di sana dari tadi. Apalagi ini hampir jam makan siang.</p>
<p><u><strong>Daniel</strong></u>: si Kila memang benar-benar profesional, dia dengan ligat dan tangkas memasangkan baju adat karo khusus pengantin pria ke badanku&#8230; cakep, tapi gelang kuningannya sedikit melukai kulitku&#8230; habis udah lama banget, jadi ada bagian yang tajam yang pada saat dipasangkan menggores pergelangan tangan kananku. Sakit, tapi harus ditahan <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<hr />
11.50<br />
<u><strong>Irene</strong></u>: Bersimbah keringat, kami tiba di tempat pesta &#8220;Jambur Lige&#8221;. Si abang kuminta memegangi punggungku untuk menutupi bagian kamisol yang terbuka. Kelihatannya sih romantis banget, padahal kami greget setengah mati, mana kamera semua dihadapkan ke kami dan tahu nggak? Ada acara penyambutan untuk kami. Gile, ini di luar rencana. Semoga saja bagian terbuka itu tidak ditangkap kamera.</p>
<p>Mamak langsung gesit mencari jalan keluar. Pertama dia meminta Bang Jefri (suami kakak) untuk mengantar dia ke pasar mencari benang yang warnanya persis dengan kebayaku (dengan pakaian adat lengkap). Kedua, tiba di Jambur dia langsung menyuruh kak Lestari membantuku menjahit kamisol itu permanen, habis acaranya juga sampai sore nanti.</p>
<p>Setengah jam berjibaku dengan jarum dan benang, Kak Lestari sukses menjahitnya. Thanks Sis. Ternyata ketenangan sangat dibutuhkan di tengah-tengah kepanikan.</p>
<hr />
12.00<br />
Disuruh tampil untuk menyanyi dan menari<br />
<u><strong>Irene</strong></u>: Sebenarnya, kami sudah menanyakan beberapa orang akan ada-tidaknya bagian ini. Dan semua orang yang kami tanya menjawab dengan positif &#8220;tidak ada&#8221;. Maka dengan PD nya kami tidak mempersiapkan diri sedikit pun. Walhasil, kami merasa sangat dikerjain oleh MC ketika dipaksa ke depan untuk itu. Kami berdua terayu juga ketika si MC berbisik &#8220;Tar dapat sebulan gaji loh, nyesel loh kalo nggak mau&#8221;. Awalnya nggak ngerti, tapi setelah mengerti langsung deh kami maju, hehehe&#8230;</p>
<p><img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/nari-nyanyi.jpg' alt='Menari dan Menyanyi' /><br />
Adegan menari, nyanyian oleh Kak Lestari Bukit.</p>
<p>Sebenarnya kami tidak menyanyi apa-apa, satu lagu pun tidak, karena apalah kami ini tanpa sebuah persiapan, suara pas-pasan, tarian apa lagi. Tahu-tahunya, banyak orang ke depan menyalamkan uang pada kami. Cie&#8230; jelek-jelek gini ada juga yang menyumbang. Kasian kali ya melihat kami&#8230;</p>
<p>Sst, kemaren melihat rekaman tariannya, kami langsung malu dan menge-<em>skip</em>-nya.</p>
<p>Pestanya secara keseluruhan berjalan lancar, meskipun tukang foto sempat menghilang di tengah acara dan tidak memfoto hampir semua acara adat. Tapi seperti yang sudah dijanjikan dalam hati, &#8220;semua nggak penting&#8221; membuat keadaan hati tetap tenang. Adat Karo dan Adat Batak berjalan dengan baik. Kekhawatiran akan adanya perbedaan sudah tidak ada lagi. Terpujilah Tuhan atas segala sesuatunya.</p>
<p>Ada benarnya temanku pernah mengatakan &#8220;Sebenarnya pesta pernikahan secara adat itu untuk kebahagiaan orang tuamu, bukan untuk kebahagiaan pengantin&#8221;. Aku merasakannya, tapi aku tetap berbahagia melihat ortu dan mertua bahagia. Terlebih untuk satu momen yang hampir membuatku menangis, beberapa temanku menyempatkan hadir di Gereja dan menyanyikan lagu &#8220;If We Hold On Together&#8221;-nya Diana Ross untuk kami.</p>
<p>Saat menulis ini aku mendengarkannya lagi dan aku masih ingin menangis. <em>Love you guys</em>. Mungkin, tanpa lagu itu aku tidak merasa pernikahan ini untukku. Tapi ketika kalian melangkah ke depan, aku tahu aku sangat berhak dan memang seharusnya sangat bahagia saat itu. Tahukah kalian air mataku sudah di pelupuk saat itu.</p>
<hr />
MOMEN PALING&#8230;<br />
Paling mengharukan: Saat Lagu &#8220;If We Hold on Together&#8221; dinyanyikan.<br />
Paling sulit dilupakan: Retsleting kamisol rusak.<br />
Paling lucu: &#8220;Irene Susanti&#8221; Momento.<br />
Paling pusing: Penantian akan kedatangan Abang pagi itu.<br />
Paling melelahkan: Menuju Medan setelah pernikahan.<br />
Paling asik: Berfoto dengan hape. Pengantin bisa foto-foto sendiri pake hape, kapan tu bisa terjadi?<br />
Paling senang: Teman-teman kantor datang, ditambah teman-teman yang sedang pulang ke Medan.<br />
Paling kaget: Kejutan penyambutan pengantin.</p>
<hr />
UCAPAN TERIMA KASIH</p>
<p><u><strong>Dari Irene</strong></u><br />
Kepada:<br />
<em>Family Crew</em>: Ortu-Mertua, Kakak-Abang, Amang Bao-Eda, dan jajarannya.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/withri.jpg' alt='Withri Saragih' /><br />
<em>Withri Saragih</em>: atas darah yang sudah menetes, setiap doa dan bantuan, <em>sharing</em> yang tidak habis-habisnya. Tetap berjuang!<br />
&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/lasma-tomi.jpg' alt='Lasma dan Tomi' /><br />
<em>Lasma dan Tomi</em>: Maaf menambah kelelahan setelah &#8220;Tour de Tele&#8221; kalian, hihihi. Kan aku duluan yang mem-<em>booking</em>.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/esra.jpg' alt='Esra Ginting' /><br />
<em>Esra</em>: Untuk bantuan, foto dan hadirnya dirimu sampai sore itu.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/farida.jpg' alt='Farida' /><br />
<em>Farida</em>: Menantu ideal dan penasehat yang sangat baik.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/rahel.jpg' alt='Rahel' /><br />
<em>Rahel</em>: Adek KKP yang cantique dan baik mau datang ke pernikahanku&#8230;<br />
&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/brando.jpg' alt='Brando Saragih' /><br />
<em>Brando Saragih</em>: Apalah arti seorang Brando kalau tanpa nyanyian yang indah, hehehe&#8230; becanda Bran&#8230;<br />
&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/bernand.jpg' alt='Bernand Situmorang' /><br />
<em>Bang Beno</em>: Bang, sungguh tak diduga dirimu datang. Senang melihatmu di sana.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/jhonson.jpg' alt='Jhonson' /><br />
<em>Jhonson</em>: Ah, kau memang teman yang sangat baik, selalu hadir.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<em>Teman-teman dengan papan bunga</em>: Cio Cilinggem Crew, Rere, David Mondru, Alumni PMK-STAN, dst.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<em>Semua yang sudah datang</em>: Teman-teman Kantor, teman-teman SMA, Bigking, Sandro dan pasangannya Lina, Cio Cillinggem, dst.</p>
<p><u><strong>Dari Daniel</strong></u><br />
Kepada:<br />
<em>Keluarga Besar Malau dan Keluarga Besar Bukit</em>: Bapak, Mamak, Mama, Mami, Kakak, Abang, Adik, dan Lae-lae.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/novrendi.jpg' alt='Novrendi Saragih' /><br />
<em>Novrendi Saragih</em>: Lae-ku yang satu ini sudah jadi panutan banyak orang khususnya teman-teman seperjuangannya dulu di Mesin ITB, thanks Lae!<br />
&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/sahala.jpg' alt='Sahala Silalahi' /><br />
<em>Sahala Silalahi</em>: Halo, Tulang! Kecil-kecil gini tapi dia Tulang aku loh, repot juga ngundang Tulang yang satu ini, sampe setengah jam aku memohon-mohon supaya dia mau datang ke pesta kami, akhirnya dia mau datang juga, padahal dari Riau, wuih&#8230; mantaplah Tulang, mentang-mentang udah kerja di Schlumberger (baca: slambersi) ya :p Btw, thanks for your coming.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<img src='http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/marison.jpg' alt='Marison Sitorus' /><br />
<em>Marison Sitorus</em>: teman satu SMA di SMUNSA Kelas III IPA 1, teman satu persaingan di kelas dan bimbel Medica tahun 1998, guru pribadi khusus matematika, jagonya masalah Limit, akar kuadrat, integral, dan kalkulus, makasih bro atas kehadiranmu yang tak terduga sebelumnya, habis aku lupa mengundang dirimu <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , tapi pas sebelum hari H waktu di Medan aku ketemu sama Arthauli &#038; Nancy Haro dan mereka kasih info bahwa kau akan datang&#8230; <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  thanks ya, Son!<br />
&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<em>Tomi dan Lasma</em>: senang punya teman sekaligus adik seperti kalian, sangat setia dan mau berlelah ria demi kami <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<em>Withri Saragih</em>: thanks for everything ya&#8230; buat semuanya silahkan kunjungi situsnya di <a href="http://withri.multiply.com">http://withri.multiply.com</a> <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<em>Esra, Farida, Rahel, Brando, Bernand, Jhonson</em>: makasih buat dukungan dan kedatangan kalian semua&#8230; zaman sekarang sangat sulit untuk mendapatkan teman-teman seperti kalian.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<em>Pemberi Papan Bunga</em>: Cio Cilinggem Crew, Rere, David Mondru, Alumni PMK-STAN, dst.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Dan akhirnya buat semua tamu dan undangan yang telah hadir pada acara pesta pernikahan kami.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newlywed.in/2008/01/31/laporan-pandangan-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Our Wedding Album, December 29th, 2007</title>
		<link>http://newlywed.in/2008/01/23/our-wedding-album-december-29th-2007/</link>
		<comments>http://newlywed.in/2008/01/23/our-wedding-album-december-29th-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 06:34:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daniel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Photos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newlywed.in/2008/01/23/our-wedding-album-december-29th-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah hampir satu bulan sejak pernikahan kami di Kabanjahe, 29 Desember 2007 yang lalu, akhirnya kami melepas album dijital ke situs ini, koleksi foto ini tidak ofisial, alias tidak berasal dari fotografer khusus pernikahan yang kami sewa pada hari H, tetapi dikumpulkan dan di-edit dari hasil jepretan kamera dijital milik saudara dan teman. Urutan foto [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah hampir satu bulan sejak pernikahan kami di Kabanjahe, 29 Desember 2007 yang lalu, akhirnya kami melepas album dijital ke situs ini, koleksi foto ini tidak ofisial, alias tidak berasal dari fotografer khusus pernikahan yang kami sewa pada hari H, tetapi dikumpulkan dan di-<em>edit</em> dari hasil jepretan kamera dijital milik saudara dan teman.</p>
<p>Urutan foto dibuat berdasarkan kronologis waktu yang dimulai dari acara Persikapen sampai acara adat di jambur.</p>
<p>Silahkan menikmati dan jangan lupa komentarnya&#8230; <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/01-p1010009.jpg" alt="Persikapen, Kabanjahe, 28 Des 2007" /><br />
28 Desember 2007 sore, satu hari sebelum hari H<br />
Acara Persikapen di Kabanjahe<span id="more-11"></span></p>
<p><img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/02-p1010047.jpg" alt="Masuk ke Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Ketaren, 29 Des 2007" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/03-p1010049.jpg" alt="Masuk ke Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Ketaren, 29 Des 2007" /><br />
29 Desember 2007, pagi pukul 07.30 WIB<br />
Memasuki GBKP Ketaren, Kabanjahe, untuk acara pemberkatan pernikahan</p>
<p><img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/04-p1010060.jpg" alt="Foto-foto di GBKP Ketaren bersama Pendeta dan hanya berduaan" /><br />
Foto bersama Pendeta</p>
<p><img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/05-p1010064.jpg" alt="Foto-foto di GBKP Ketaren bersama Pendeta dan hanya berduaan" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/06-p1010067.jpg" alt="Foto-foto di GBKP Ketaren bersama Pendeta dan hanya berduaan" /><br />
Foto berduaan saja</p>
<p><img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/07-p1010076.jpg" alt="Foto bersama orangtua" /><br />
Foto bersama orangtua, kiri: orangtua suami, kanan: orangtua istri</p>
<p><img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/08-p1010082.jpg" alt="Foto bersama teman-teman pengantin" /><br />
Foto bersama teman-teman pengantin<br />
Dari kiri ke kanan: Withri, Farida, Rahel, Marison, Daniel, Irene, Sahala, Brando, Esra, Jhonson, Bernand</p>
<p><img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/09-dscn0871.jpg" alt="Keluar gereja menuju jambur" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/10-p1010103.jpg" alt="Keluar gereja menuju jambur" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/11-p1010104.jpg" alt="Keluar gereja menuju jambur" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/12-dscn0873.jpg" alt="Keluar gereja menuju jambur" /><br />
29 Desember 2007, pukul 11.00 WIB<br />
Ke luar Gereja menuju Jambur Lige</p>
<p><img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/13-dscn0892.jpg" alt="Foto-foto acara adat di Jambur Lige, Kabanjahe" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/bukper.jpg" alt="Teman-teman Bukti Permulaan" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/14-dscn0875.jpg" alt="Foto-foto acara adat di Jambur Lige, Kabanjahe" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/15-p1010113.jpg" alt="Foto-foto acara adat di Jambur Lige, Kabanjahe" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/16-p1010150.jpg" alt="Foto-foto acara adat di Jambur Lige, Kabanjahe" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/17-p1010208.jpg" alt="Foto-foto acara adat di Jambur Lige, Kabanjahe" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/18-p1010221.jpg" alt="Foto-foto acara adat di Jambur Lige, Kabanjahe" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/19-p1010226.jpg" alt="Foto-foto acara adat di Jambur Lige, Kabanjahe" /><br />
29 Desember 2007, 11.15 &#8211; 17.30 WIB<br />
Foto-foto acara adat di Jambur Lige, Kabanjahe</p>
<p><img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/20-p1010283.jpg" alt="Papan bunga ucapan selamat" /><br />
<img src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/01/21-p1010284.jpg" alt="Papan bunga ucapan selamat" /><br />
Papan bunga ucapan selamat</p>
<div id="attachment_87" class="wp-caption alignleft" style="width: 458px"><img class="size-full wp-image-87" title="Teman Teman SMA" src="http://newlywed.in/wp-content/uploads/2008/10/irenes-wedingedit.jpg" alt="" width="448" height="298" /><p class="wp-caption-text">Teman Teman SMA</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newlywed.in/2008/01/23/our-wedding-album-december-29th-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Souvenir</title>
		<link>http://newlywed.in/2007/12/01/souvenir/</link>
		<comments>http://newlywed.in/2007/12/01/souvenir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Dec 2007 02:33:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daniel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newlywed.in/2007/12/01/souvenir/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau cukup modal untuk membuat sendiri, tentulah lebih baik memesan khusus. Tapi jika tidak punya cukup waktu dan uang untuk berburu dan merancang souvenir cantik bisa langsung ke Pasar Jatinegara, Jalan Jatinegara Barat. Pasar Tradisionalnya loh. Dari pertama masuk ke Pasar ini, langsung bisa kelihatan souvenir-souvenir yang terpampang. Semakin masuk ke dalam semakin banyak pula [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau cukup modal untuk membuat sendiri, tentulah lebih baik memesan khusus. Tapi jika tidak punya cukup waktu dan uang untuk berburu dan merancang souvenir cantik bisa langsung ke Pasar Jatinegara, Jalan Jatinegara Barat. Pasar Tradisionalnya loh.</p>
<p>Dari pertama masuk ke Pasar ini, langsung bisa kelihatan souvenir-souvenir yang terpampang. Semakin masuk ke dalam semakin banyak pula pedagang souvenir, tapi sepertinya dagangan mereka tidak ada bedanya. Sekarang terserah kemampuan menawar kita.</p>
<p>Jenis-jenis souvenir yang umum diperdagangkan:<br />
1. Matches<br />
2. Sendok/Garpu<br />
3. Kipas<br />
4. Mainan kunci (beragam)<br />
5. Hiasan Kulkas (beragam)<br />
6. Kalender kecil<br />
7. Sisir<br />
8. Anyaman-anyaman kecil<br />
9. Pembuka botol dsb.</p>
<p>Untuk bentuk, kami tidak sempat memfotonya. Kami mengambil dua jenis souvenir kemaren: Matches dan Hiasan kulkas yang dwifungsi dengan pembuka botol.</p>
<p>Jadi, kalau sulit di waktu dan dana, Pasar Jatinegara solusinya. <img src='http://newlywed.in/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newlywed.in/2007/12/01/souvenir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

